Sabtu, 25 Oktober 2014

It's about the first child

It is about the first child.

Sometimes,
when you're going to catch your dream
It hasn't yet realized just because of a fear.

We never know, it will be coming.
      

But, the first child will always try to be a good child
With make brother or daughter can catch their dreams.

Make our self to get from our dream out just because of
struggling your brother's or daughter's dreams.

I know it is hard to be the first child.
But make it better and make people around you feel happy
Whether you are in not so good. :')


Allah never ever give you the worst.
There will be a miracle for someone
is going to be more patient. Aamiiin.






@annaltf

Thanks for belongs to me

My beloved Allah,
No more than anything
I'm just going to make a wish
I know that i don't have anything,
I know that i cannot do any more,
And i aware that i am only an ordinary girl
who will be a future dream from parents

I'll try Ya Allah,
Please give me the best challenges
to prepare the war that being happen.
If i can't, give me so so many patience
and another way to go it out.



Your faithfully,
@annaltf  ^.^

International Woman Day by Princeton Class

"As we know that, there are so many women heroes in this world. So many women can replace what man does usual. They trough the way even the way is difficult. Just because of the passion. And they always believe that they can, that they strong, even so many people make them down."

Group 1 (Princeton)
#InternationalWomanDay

ACCESS - CCE Indonesia
U.S Embassy

Kamis, 29 Mei 2014

Aku pasti bisa! Bersabarlah~

Ya Allah. Aku berjuang dari kelas 10 SMK untuk pendidikan. Mengajar di salah satu bimbel di Jakarta hingga sekarang. Aku senang Ya Allah. Alhamdulillaaaah.

Yang aku takutkan hanyalah kuliahku. Aku diterima melalui jalur Undangan/SNMPTN di salah satu PTN dengan jurusan Pend. Teknik Mesin. Memang itu pendidikan. Tapi itu mesin.

Sebenarnya, aku ingin sekali bisa masuk jurusan Hubungan Internasional atau Manajemen Pendidikan. Ya, benar. Aku ingin menjadi seorang Duta Besar Indonesia dalam bidang Pendidikan. Itu mimpiku saat ini dan nanti Ya Allah.

Aku ingin ikut SBMTN, namun...pilihanku memang jauh. Di Depok. Orangtuaku meragukan aku kuliah di sana. Jauh dari beliau. Itu pesan wanita paruh baya dengan usianya yang genap 47 tahun bulan November nanti.

Orangtuaku selalu berpesan menyuruhku agar aku kuliah dekat rumah. Aku ingin nekad, namun mungkin Allah memang membiarkan aku menjaga mereka sembari kesibukan masa mahasiswaku nanti.

Pada saat tes SBMPTN (17 Juni 2014) nanti, itu bertepatan dengan daftar ulang SNMPTN di kampus itu. Waktunya juga mepet mepet gitu. Sedih. Pasti!

Dua bulam aku berjuang untuk SBM, dan sampai pengumuman SNMPTN inipun aku masih ingin bisa berjaung SBM dengan pilihan pertama kampus di Depok itu. Tapi...aku dihantui dengan pesan orangtuaku juga.

Aku adalah anak pertama daei tiga bersudara pasangan suami istri yang saat ini usia mereka sudah lebih kepala empat. Ayahku (biasa dipanggil Abah) bekerja sebagai pengangguran dan ada usaha warung sederhana jajanan anak-anak di depan rumahku. Ibuku (biasa dipanggil Ummi) berjualan gorengan setiap pagi dan dititipkan ke orang-orang.

Aku masih memiliki adik-adikku yang saat ini ada yang masih SMP dan adapula yang mau masuk SMA/K. Hmm, bertambahlah biaya yang harus orangtuaku tanggung. Aku harus mengalah.

Sejak Januari 2014, aku mencari-cari info beasiswa S1 di semua sudut kota. Aku ikut seleksi, namun tiga kali aku gagal di hasil tesnya. Sampai aku diterima di kampus itu melalui jalur SNMPTN/Undangan yang diseleksi melalui nilai rapor.

Alhamdulillah nilai rapotku mampu membantu kelemahanku di tes-tes yang biasa ada ketika masuk PTN. Aku dari SMK. Jadi semaksimal mungkin aku belajar IPS, pelajaran yang paling sulit nyangkut di otakku. Tapi mau bagaimana kalau Allah memang ngasih kemampuan kita sampai di situ?

Iya sih katanya enak. Namun tetap saja bagiku kurang lezat. Kaya sayur asem yang kurang asem. Hambar.

Aku jurusan mesin. Sedangkan passion-ku di bidang pendidikan dan sosial. Aku senang bisa hidup dan interkasi langsung dengan sosial. Terutama aku senang dengan pendidikan baik itu mengajar ataupun belajar. Yang jelas pendidikan.

Tujuanku agar pendidikan di Indonesia dapat menjadi cerminan bagi negara lain walaupun sedikit demi sedikit nantinya dapat menginjak peringkat 3 terbaik di dunia. Aamiiin.

Duta Besar Indonesia. Ya. Mimpi terbesarku setelah dapat membayar hutang-hutang orangtuaku dan memberangkatkan mereka pergi haji. SubhanAllah aamiiin Ya Allah. Semoga ini benar-benar dapat terwujud. Aamiin.

Serta semoga aku mampu mendirikan sekolah dan perpustakaan gratis untuk mereka yang masih malas dan bosa dengan pendidikan di Indonesia. Semoga aku dapat menaklukannya. Aamiiin Ya Allah

Aku memang tidak mampu dalam finansial, tapi alhamdulillah aku mendapat peringkat rata2 UN terbaik di sekolahku. Setidaknya satu senyuman mampu kubuat untuk kedua orangtuaku.

Lalu saat ini, aku akan menjalani masa mahasiswiku. Aku harap, aku dapat kuliah di kampus itu denga full beasiswa S1 dan bisa ikut program akselerasi. Aamiin.

Serta yang terpenting, aku bisa mengikhlaskan mimpi yang tertunda itu. Suatu hari nanti, pasti akan bertemu apabila memang jodohnya. Pasti. Percayalah dan terus bersabar. :)

Aku ingin menuruti apa kata orangtuaku dahulu, aku belum mau kehilangan mereka. Sesunghuhnya setibghi apapun mimpimu kalau tanpa restu orangtua pasti akan hambar pula rasanya kaya sayur asem itu.

Teruntuk pejabat negariku tercinta Indonesia, izinkan aku anak pengangguran dan tukang gorengan ini bisa menjadi Duta Besar Indonesia dalam bidang Pendidikan Nasional. Aku harap. Aamiiin. :')

anna_lhatifah@ymail.com
Jakarta (29/5/14)

Surat kecil untuk Pejabat

Pak Bu pemerintah Indonesia, apa gunanya UU kalo gak ditegakkan? Banyak pengaduan, banyak cacian tapi sedikit gerakan. Miris dengan politik Indonesia.

Yg salah sering dipublikasikan, yg benar justru tidak diberitakan. Yg salah terus mempersalahkan tanpa mau disalahkan, yg benar diam tanpa kata dan tetap sabar.

Sampai kapan kita mau mengeluh? Untuk apa bermimpi tanpa mau menerima risiko? Sama aja kaya mimpi yang tangganya tidak pernah dibangun.

Kita sebagai WNI yang baik, tidak seharusnya kita hanya mengeluh dan berkata-kata. Tidak seharusnya pula kita mudah terhasut oleh mereka.

Rakyat perlu cerdas. Belajar 12 tahun gratis harus mampu menciptakan virus baik untuk saudara kita dan sadar akan janji-janji politik.

Satu kartu berdiri, kartu lainnya pasti ikut berdiri bila kita 'mau'. Hal kecil memang tidak dipandang, namun Allah selalu mendengar tanpa harus bersorak-sorak.

Semua memang lelah, namun lebih lelah perjuangan Indonesia sebelum 'yang katanya-merdeka-'. Sampai kapan mengeluh Pak Bu dan semua rakyat Indonesia?

Perlahan, Indonesia akan pecah jika semua semakin seperti ini. Sadarilah kita semua sama saja. Tidak ada kuasa & keagungan jabatan. Sadarilah, semua milik Tuhan

Sekian Pak Bu pemerintah dan semua warga Indonesia.
Maaf telah mengganggu bobo cantiknya.

Salam,

Anna Lhatifah
Jakarta

Sabtu, 24 Agustus 2013

Memilih Tempat Usaha

Menetapkan tempat usaha sangat penting sekali karena agar masyarakat kenal dengan usaha yang sedang kita jalani serta kita juga mendapatkan omzet lebih banyak dari rata-rata pencapaian omzet, khususnya pada tempat usaha yang stategis.
Tempat usaha yang strategis adalah tempat atau letak suatu usaha dalam melakukan aktivitas atau kegiatan pemasaran dan penjualan barang dagangannya yang dapat memberikan keuntungan besar karena masyarakat akan mengenal usaha kita.
-          Tempat usaha yang didinginkan oleh perusahaan 
1. Letaknya strategis
2. dekat dengan konsumen
3. Dekat dengan pasar
4. cukup tersedia alat-alat transportasi
5. social ekonomi konsumen cukup tinggi
-          Tempat usaha yang didinginkan oleh konsumen 
1. adanya fasilitas parker yang luas
2. adanya pelayanan yang cukup memuaskan
3. keamanan dan keselamatan cukup terjamin
4. adanya alat-alat transportasi yang cukup tersedia
5. adanya perdistribusian yang tepat dan cepat
Manfaat dan Tujuan
-          Tempat kegiatan usaha yang diatur dengan baik akan membawa keuntungan antara lain sebagai berikut:
1. Para konsumen yang datang akan merasa puas
2. perusahaan tersebut akan terkenal
3. perusahaan tersebut akan memperoleh keuntungan
4. perusahaan tersebut akan dapat mempertahankan langganan
5. perusahaan tersebut akan berani bersaing dengan perusahaan lain
6. perusahaan terseut akanmenarik langganan baru

-          Prosedur di dalam mengatur tempat kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
1. membuat tempat kegiatan usaha yang lebih baik
2. memberikan pengawasan yang lebih baik
3. membuat adanya penghematan di dalam biaya pemeliharaan
4. membuat adanya koordinasi yang lebih baik.
-          Cara mengatur tempat kegiatan usaha perusahaan adalah sebagai berikut:
1. tempat kegiatan usaha ditata sedemikian rupa sesuai dengan tujuan usaha
2. tempat kegiatan usaha tata ruangnya harus diatur sedemikian rupa
3. tempat kegiatan usaha selalu dijaga:
a. kebersihan
b. ketertiban
c. keamanan
d. kesehatan
4. gunakan tempat kegiatan usaha secara maksimal
5. bagian yang melayani konsumen ditempatkan di depan atau di muka
-          Manfaat memilih tempat usaha yang strategis:
  1. Sangat menguntungkan,
  2. Dapat memuaskan langganan
  3. Adanya kemudahan dalam segala hal
  4. Memudahkan pemasaran dan penjualan barang dagangannya
Jadi mengapa menetapkan tempat usaha yang strategis sangat penting sekali?
Karena tempat usaha adalah tempat dimana perusahaan atau suatu usaha melakukan kegiatan usaha dan tempat usaha ditetapkan agar mendukung lancarnya kegiatan pemsaran dan penjualan dari usaha itu.




The warmest,
@annaltf

Minggu, 11 Agustus 2013

Di Rumah Saja


Libur Ramadhan kali ini, saya dan keluarga hanya di rumah saja. Hal ini dikarenakan sekitar sebulan lalu tepatnya sebelum Ulangan Akhir Semester 4, kami sudah pulang kampung atau yang kerap disapa “mudik” ke kemapung halman kami di Kutoharjo, Jawa Tengah.
Memang suatu ketidak nyamanan pulang kampung jelang Ulangan, terbagi dua pikiran Eyang Putra dan pelajaran sekolah. Tapi ini adalah amanah dari Eyang Putra bahwa Bapak paruh baya itu menyuruh orangtua saya singgah di kampungnya sesegera mungkin dan membawa anak-anaknya. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka dari itu kami bergeralah ke kampung hingga tiket sudah dipesan usai beliau menelpon kami tepatnya sebulan lalu dari keberngkaatan kami.
Selama Ramadhan masih berjalan sebelum datangnya lebaran, sebagian besar putaran jarum jam saya, hanya saya gunakan untuk meeting antar OSIS se-Jakarta Timur untuk membicarakan kelanjutan Program Kerja kami. Jarang di rumah? Yap betul. Itu sudah menjadikan kebiasaan saya setiap harinya walau sedang beraktivitas normal. Sering kali, sepulang sekolah bila ada meeting, tetap saya hadiri dikarenakan amanah jabatan saya cukup tinggi disini. Alhamdulillah, memang saya sangat bersyukur dapat terpilih didalamnya. Tapi inilah resiko yang harus saya emban.
Sekarang lebaran hari kedua. Yap betul, saya benar-benar tidak kemana-mana. Hanya menerima beberapa sanak sudara yang memang tinggal di Jakarta. Bertambahlah penderitaan saya karna kue lebaran ludes habis di lebaran hari pertam, begitupun dengan ketupat sayur dan opor sayurnya. Miris melihat jajaran toples-toples kosong diatas meja.
Lapar? Yaiyalah. Bosan? Apalagi. Terus apa yang harus saya lakukan?
Tak lama setelah terlintasnya pikiran itu, saya bergegas ngubek-ngubek semua buku pelajaran di lemari. Saya cari semua THR sekolah satu persatu. Dan pada akhirnya saya mengutuskan untuk belajar saja sambil mengisi kekosongan hari libur saya. Hingga saya mendapati tugas dari Pak Karno ini.
Sempat bingung ingin menuliskan judul apa dan apa yang harus dituangkan pada lembar ini karna memang kisah liburan saya tidak begitu bahagia dan indah seperti teman-teman lain yang mungkin sekarang sedang ciuman dengan sapinya, becek-becekan di sawah atau membelanjakan uang lebarannya. Tidak bagi saya. Finally, saya mulai menuangkan judul saya dengan “Di Rumah Saja” karna memang saya ya di rumah saja. Iya kan? J