Sabtu, 30 Maret 2013

Surat UntukNYA


Perlahan, aku mulai merajut cinta ini dengannya. Yang sebelumnya harus terpagari oleh hubunganku dengan oranglain, dan dia dengan mantan kekasihnya. Enatah yang kurasa ini sama dengan yang ia rasa atau tidak. Pada waktu itu, aku justru menyanginya disbanding dengan kekasihku pada saat itu. Tapi aku selalu berharap bahwa cinta ini tidak akan pernah jadi boomerang nantinya. Bahwa cinta ini akan indah pada waktuNya. Bahwa cinta ini akan menjadi pelajaran dna pengalaman dalam skenario hidupku.
Ya Allah, mungkin aku buta. Tak pantas di dunia. Tidak pernah bersyukur atas cinta yang sudah Kau beri untukku. Segalanya sifat yang tak pernah ingin kumiliki. Jujur, aku mencintainya dari kami dipertemukan. Tapi aku tak ingin citaku terlalu bebas untuknya karna disisi lain aku telah melukai rasa cinta orang yang mencintaiku.
Katanya, hidup ini lebih baik dicintai daripada mencintsi. Itu sulit bagiku Tuhan, karna caranya sangat biasa untuk dapat meyakinkan perasaanku. Ataukah ini semua karna aku tak bersyukur ya, Tuhan? Mengapa aku seperti ini> mana aku yang dulu? Kemana jiwaku selama ini? Aku ingin menjadi diriku kembali Tuhan. Melepas topeng ini dan membuangnya jauh.
            Aku tak sanggup dengan aku yang ‘bukan diriku’ ini. Aku lelah harus munafik diantara dua pria itu. Aku ingin terus kejar citaku yang selalu kuanturkan dalam setiap doaku Tuhan. Ya. Membahagiakan kedua orangtua, adik-adikku, dan keluarga. Aku ingin menjadi bintang yang ‘dulu’, tanpa harus ada topeng yang menutupi sedikitnya sinarku. Aku ingin kembali Tuhan. Kembali menjadi diriku dan tetap focus pada tujuanku itu.
            Bangunkan aku Tuhan dari mimpi-mimpi burukku ini. Sadarkan aku Ya Allah dalam jurang yang perlahan membuatku lemah dalam mengejar citaku. Yang perlahan membuatku hanya berjalan dalam menggapainya. Bantu aku memulai, menjalani, menikmati dan mengakhirinya nanti Tuhan. Kutunggu hidayahMu ya Allah ya Rabb. Aku menyayangimu, ya Tuhanku. J

                                                                                                                        Best Regards,

                                                                                                                        Hambamu
                                                                                                                    (Jakarta, 30/3/13)

Sabtu, 09 Maret 2013

Sementara Waktu


Suasana lapangan masih sangat ramai dengan teriakan siswa siswi kelas lain di sekolahku. Mereka menyemangati para pemain basket jagoan mereka di acara tahunan classmeeting. Kelasku hanya mendapat kekalahan sebelum semifinal pertandingan basket pada hari ini.
Alasanku masih setia menyaksikan pertandingan ini karena ajakan keras dari teman-temanku. Mereka adalah Anggi, Shella, Shilla, Grace, dan Chintya. Sejak setahun lalu, ketika duduk di kelas 1 SMA, kami tak pernah absen dengan curahan hati masing-masing. Sampai mereka pun tahu, bahwa sampai hari ini, aku masih menyukai pria berhidung mancung, berparas manis, dan warna sawo matang menutupi kulitnya; panggil saja Kak Febri.
Hari ini, Kak Febri datang ke sekolah hanya untuk legalisir ijazah kelulusan. Aku mendengar berita ini dari si kembar Shella dan Shilla. Mereka melihatnya ketika hendak jajan di kantin.
Rasa penasaran sekaligus rindu akan sosoknya, menyelimuti bayang-bayang jatuh cinta dalam benakku. Tiba-tiba Anggi berteriak saat kami tengah asyik menyaksikan pertandingan basket sembari duduk-duduk di selasar kelas.
“Kak Febri!!!” teriak keras Anggi.
Kak Febri yang sedang berjalan menuju lorong ruang Kepala Sekolah pun, menoleh ramah ke arah kami dengan mengangkat kedua alisnya.
“Anggiii! Apa banget sih?” sewot Chintya.
“Tau nih, Anggi.” susul Grace.
“Bella.. Bella..” “Itu Kak Febri. Lo liat, kan?” tanya Anggi sambil menggoyangkan pundakku.
“Hah? Apa? Ma..mana, Nggi? Serius nggak sih? Manaaa?” tanyaku linglungdan menengok-nengok mencari Kak Febri.
“Ituuu!” kata Anggi dengan menolehkan paksa kepalaku ke arah Kak Febri.
Aku pun kikuk. Bingung entah harus berbuat apa. Terdiam kaku dalam benak yang penuh kata cinta. Aku hanya dapat menelan ludah dan tersenyum kaku ketika matany melihat jelas ke arah bola mataku.
Aku pun melambaikan tanganku yang masih gemetar dengan pedenya. Kak Febri tersenyum balik dan membalas lambaianku. Kemudian, ia membalikkan badannya yang terbilang ideal dan kembali berjalan ke ruang Kepala Sekolah.
Memoram pertama dan akan jadi yang kali terakhir ketika kumengenalnya. Sebelum Ujian Nasional menghadang dirinya, aku hanya dapat menyapa Kak Febri lewat chatting facebook dan mention di twitter.
Selalu saja perasaan gugup menghalangi keberanianku untuk dapat menyapanya langsung di sekolah. Ternyata Tuhan menjawabnya saat ini. Aku patut berterimakasih kepada Tuhan yang telah mengizinkanku agar kudapat melihat langsung bola matanya yang begitu indah. Terimakasih, Tuhan.


"Cinta itu berpasangan, aku dan kamu, manis dan pahit, hitam dan putih, indah dan suram, serta maya dan nyata."

Dear March 10th,


Semangat pagiii...
Cerahnya langit hari ini ditambah eloknya senyumku di cermin pagi ini.
Sempet drop semalem ditumpuk dengan banyak banget agneda. Dari agenda sekolah, organisasi, kantor, rumah hingga pribadi.
Tapi alhamdulillah hingga pagi ini sudah lumayan agenda yang sudah diceklis.
Oke. Kemana kita hari ini? Yap, menyusuri ibukota yang katanya dikenal dengan 'metropolitan' ini dengan langkah kaki-kaki ini. Semoga hari ini, selalu ceria dan menjadi berkah selalu. Begitupun untuk esok, lusa dan seterusnya.
Ets ets, sesaat kok kepikiran si 'dia' ya. Matanya yang lembut menatap, bibirnya yang selalu menyapa dengan senyum lebarnya, hidungnya yang semakin mancung bak Pinokio. OMG! What I'm feeling right now?!
Ciye ciyeee, kepo ya? Kepo kan? Hayo hayo ngaku. Ehem ehem. Ingin tau siapa 'dia' itu? Tunggu next post ya! ^^

Jumat, 08 Maret 2013

Dec 27th, 2012

My 16th birthday.
Thanks God for this people.
They gave me so many greet. Thanks for my parents, my big family, my friends, alot of people that loved me, and don't forget for You, My Allah.
Thanks for everything. I don't want to have a perfect body, I just want to make one smile when they're be sad, angry, and anything.
Thanks God, thanks ya Allah. :")


Bingung

Selamat malam duniaku...
Lama ya gak ngotorin ini lagi. Pengen nulis apa ya, terlalu banyak yang mau ditulis sampe bingung gini. Hoho, yaudah ya aku mau mulia nulis dulu. ^^

Sabtu, 02 Juni 2012

IPA: Hujan dan Awan

Hukum Buys Ballot
"Udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi le daerah yang bertekanan rendah, di belahan bumi utara berbelok ke kanan, sedangkan di belahan bumi bagian selatan berbelok ke kiri"

Hujan
Hujan adalah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi.

a. Klasifikasi Hujan

Berdasarkan ukuran butiran
1. Hujan gerimis/drizzle, diameter butirannya kurang dari 0.5 mm

2. Hujan salju/snow, terdiri dari kristal-kristal es yang temperatur udaranya berada di bawah titik beku

3. Hujan batu es, Merupakan curahan batu es yang turun di dalam cuaca panas dari awan yang temperaturnya di bawah titik beku

4. Hujan deras, yaitu curahan air yang turun awan yang temperaturnya di atas titik beku. Diameter butirannya kurang lebih 7 mm


Berdasarkan proses terjadinya
1. Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah Front, yang disebabkan oleh pertemuan dia massa udara yang berbeda temperaturnya.

2. Hujan zenithal adalah hujan yang terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi

3. Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa naik mendaki lereng pegunungan yang makin ke atas, makin dingin sehingga terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan

Awan
Awan ialah kumpulan titik-titik air di dalam udara yang terjadi karena adanya sublimasi dari uap air yang terdapat di dalam udara.

Menurut morfologinya awan dibedakan menjadi tiga jenis,
1. Awan Commulus, yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal


2. Awan Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus, awan stretus adalah awan yang rendah dan luas


3. Awan Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat.



Berdasarkan ketinggiannya awan dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu :
1. Awan tinggi ( lebih dari 6.000 m - 9.000 m ). Terdiri dari kristal es
- Cirrus (Ci) : awan yang tipis seperti bulu burung

- Cirro stratus (Ci-St) : Awan putih merata seperti tabir


- Cirro Cumulus (Ci-Cu) : awan yang seperti sisik ikan


2. Awan sedang ( 2.000 m - 6.000 m )
- Alto Comulus(A-Cu): awan bergumpal tebal


- Alto Stratus(A-St): awan berlapis lapis tebal



3. Awan rendah ( dibawah 2000 m )
- Strato Comulus (St-Cu) : awan yang tebal, luas, dan berlapis-lapis


- Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapis-lapis


- Nimbo stratus (No-St) : lapisan awan yang luas sebagian telah hujan


4. Awan yang terjadi karena udara naik ( 500 m - 1.500 m )
- Cummulus (Cu) awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata
- Comulo Nimbus (Cu-Ni): awan yang bergumpal luas dan biasanya akan berubah menjadi hujan dan sering terjadi angin ribut.

Kumsi 2: Negeriku Menangis Pilu

Karya : Anna Lhatifah


Tuhan telah menegur kita
Lewat bencana yang menimpa
Suara adzan berkumandang
Menyuruh kita bersujud pada-Nya

Lahar panas datang tiba-tiba
Hujan abu turun tak disangka
Reruntuhan vulkanik keluar dari perut bumi
Menyebar ke seluruh penjuru arah

Tua muda merintih kesakitan
Besar kecil menjerit ketakutan
Kini mereka mulai bingung dan gelisah
Tak tau kapan bumi berbicara lagi

Ada apa dengan semua ini?
Apakah ini takdir Tuhan?
Atau, bukankah ini tanda-tanda berakhirnya bumiku ini?
Ternyata kini, alam mulai enggan bersahabat dengan kita

Tuhan
Jangan biarkan senyuman ini
Berganti dengan tangisan pilu
Kumohon ...
Mereka butuh senyuman
Mereka butuh kasih sayang
Kasih sayang para relawan


Jakarta, 07 November 2010