Kamis, 30 Oktober 2014

Tomorrow..

Tomorrow.
There will be a new war.

I faced in the one of every troubles in this world.
Troubles when you got in the University.

So far, I don't know what i have to do.

Monday, there will be a mid-term exam. Financial Accounting.
The trouble is not about i face a mid-term like this. But, it's about...

Financial Accounting will be at 4 SKS!!!!

Allah bless me, please. Take me out of this confuses. -__-

I have already made my parents got a shock when they looked at my Business Communication score.
And now?

Hhh... Will i make the sam fault? Let me do it as best as Ya Allah.
There is a will, there is a way. Okay! :''''')

Cambuk kesuksesan

INGET, ANNA LHATIFAH!!!

Usaha terus.
Ini kesempatan.

Kegagalan itu...
cambuk kesuksesan.

Orang sukses,
bukan cuma jabatan.

Tapi persiapan perang.
Melawan dunia
dan ketakutan.

Sabtu, 25 Oktober 2014

I remember

I remember.

When we were in the first meeting.
When we looked at each other.
When we were showing our smile by face to face.

I remember.

When you called me before leaving the school.
You touched my hand and tried to not let me go.

I remember.

When you accompanied me to go home.
When you said good bye to me before leaving my house.

I really remember with this one special thing for us (except you).

I remember.

When i spoke up my mouth to say three important words for everyone in this world.
Three words that illustrate every thing and every acts.
Three words that make us fly to the sky.
And three words that can replace poop as to be a chocolate.

"I love you."

I remember.

When i have just been brave to talk to you.
When you had a look at me.
When you rolled you eyes so shocked.

I remember too.

When you said "Are you joking?"
When you made me sure that i am in joke.
When you laughed so funny.

You know,
You make hurt to mu hearth
You know,
I just wanna say that "I don't want to know you anymore"
You know,
You have killed me slowly!!!!


@annaltf
(Just for fun)

It's about the first child

It is about the first child.

Sometimes,
when you're going to catch your dream
It hasn't yet realized just because of a fear.

We never know, it will be coming.
      

But, the first child will always try to be a good child
With make brother or daughter can catch their dreams.

Make our self to get from our dream out just because of
struggling your brother's or daughter's dreams.

I know it is hard to be the first child.
But make it better and make people around you feel happy
Whether you are in not so good. :')


Allah never ever give you the worst.
There will be a miracle for someone
is going to be more patient. Aamiiin.






@annaltf

Thanks for belongs to me

My beloved Allah,
No more than anything
I'm just going to make a wish
I know that i don't have anything,
I know that i cannot do any more,
And i aware that i am only an ordinary girl
who will be a future dream from parents

I'll try Ya Allah,
Please give me the best challenges
to prepare the war that being happen.
If i can't, give me so so many patience
and another way to go it out.



Your faithfully,
@annaltf  ^.^

International Woman Day by Princeton Class

"As we know that, there are so many women heroes in this world. So many women can replace what man does usual. They trough the way even the way is difficult. Just because of the passion. And they always believe that they can, that they strong, even so many people make them down."

Group 1 (Princeton)
#InternationalWomanDay

ACCESS - CCE Indonesia
U.S Embassy

Kamis, 29 Mei 2014

Aku pasti bisa! Bersabarlah~

Ya Allah. Aku berjuang dari kelas 10 SMK untuk pendidikan. Mengajar di salah satu bimbel di Jakarta hingga sekarang. Aku senang Ya Allah. Alhamdulillaaaah.

Yang aku takutkan hanyalah kuliahku. Aku diterima melalui jalur Undangan/SNMPTN di salah satu PTN dengan jurusan Pend. Teknik Mesin. Memang itu pendidikan. Tapi itu mesin.

Sebenarnya, aku ingin sekali bisa masuk jurusan Hubungan Internasional atau Manajemen Pendidikan. Ya, benar. Aku ingin menjadi seorang Duta Besar Indonesia dalam bidang Pendidikan. Itu mimpiku saat ini dan nanti Ya Allah.

Aku ingin ikut SBMTN, namun...pilihanku memang jauh. Di Depok. Orangtuaku meragukan aku kuliah di sana. Jauh dari beliau. Itu pesan wanita paruh baya dengan usianya yang genap 47 tahun bulan November nanti.

Orangtuaku selalu berpesan menyuruhku agar aku kuliah dekat rumah. Aku ingin nekad, namun mungkin Allah memang membiarkan aku menjaga mereka sembari kesibukan masa mahasiswaku nanti.

Pada saat tes SBMPTN (17 Juni 2014) nanti, itu bertepatan dengan daftar ulang SNMPTN di kampus itu. Waktunya juga mepet mepet gitu. Sedih. Pasti!

Dua bulam aku berjuang untuk SBM, dan sampai pengumuman SNMPTN inipun aku masih ingin bisa berjaung SBM dengan pilihan pertama kampus di Depok itu. Tapi...aku dihantui dengan pesan orangtuaku juga.

Aku adalah anak pertama daei tiga bersudara pasangan suami istri yang saat ini usia mereka sudah lebih kepala empat. Ayahku (biasa dipanggil Abah) bekerja sebagai pengangguran dan ada usaha warung sederhana jajanan anak-anak di depan rumahku. Ibuku (biasa dipanggil Ummi) berjualan gorengan setiap pagi dan dititipkan ke orang-orang.

Aku masih memiliki adik-adikku yang saat ini ada yang masih SMP dan adapula yang mau masuk SMA/K. Hmm, bertambahlah biaya yang harus orangtuaku tanggung. Aku harus mengalah.

Sejak Januari 2014, aku mencari-cari info beasiswa S1 di semua sudut kota. Aku ikut seleksi, namun tiga kali aku gagal di hasil tesnya. Sampai aku diterima di kampus itu melalui jalur SNMPTN/Undangan yang diseleksi melalui nilai rapor.

Alhamdulillah nilai rapotku mampu membantu kelemahanku di tes-tes yang biasa ada ketika masuk PTN. Aku dari SMK. Jadi semaksimal mungkin aku belajar IPS, pelajaran yang paling sulit nyangkut di otakku. Tapi mau bagaimana kalau Allah memang ngasih kemampuan kita sampai di situ?

Iya sih katanya enak. Namun tetap saja bagiku kurang lezat. Kaya sayur asem yang kurang asem. Hambar.

Aku jurusan mesin. Sedangkan passion-ku di bidang pendidikan dan sosial. Aku senang bisa hidup dan interkasi langsung dengan sosial. Terutama aku senang dengan pendidikan baik itu mengajar ataupun belajar. Yang jelas pendidikan.

Tujuanku agar pendidikan di Indonesia dapat menjadi cerminan bagi negara lain walaupun sedikit demi sedikit nantinya dapat menginjak peringkat 3 terbaik di dunia. Aamiiin.

Duta Besar Indonesia. Ya. Mimpi terbesarku setelah dapat membayar hutang-hutang orangtuaku dan memberangkatkan mereka pergi haji. SubhanAllah aamiiin Ya Allah. Semoga ini benar-benar dapat terwujud. Aamiin.

Serta semoga aku mampu mendirikan sekolah dan perpustakaan gratis untuk mereka yang masih malas dan bosa dengan pendidikan di Indonesia. Semoga aku dapat menaklukannya. Aamiiin Ya Allah

Aku memang tidak mampu dalam finansial, tapi alhamdulillah aku mendapat peringkat rata2 UN terbaik di sekolahku. Setidaknya satu senyuman mampu kubuat untuk kedua orangtuaku.

Lalu saat ini, aku akan menjalani masa mahasiswiku. Aku harap, aku dapat kuliah di kampus itu denga full beasiswa S1 dan bisa ikut program akselerasi. Aamiin.

Serta yang terpenting, aku bisa mengikhlaskan mimpi yang tertunda itu. Suatu hari nanti, pasti akan bertemu apabila memang jodohnya. Pasti. Percayalah dan terus bersabar. :)

Aku ingin menuruti apa kata orangtuaku dahulu, aku belum mau kehilangan mereka. Sesunghuhnya setibghi apapun mimpimu kalau tanpa restu orangtua pasti akan hambar pula rasanya kaya sayur asem itu.

Teruntuk pejabat negariku tercinta Indonesia, izinkan aku anak pengangguran dan tukang gorengan ini bisa menjadi Duta Besar Indonesia dalam bidang Pendidikan Nasional. Aku harap. Aamiiin. :')

anna_lhatifah@ymail.com
Jakarta (29/5/14)

Surat kecil untuk Pejabat

Pak Bu pemerintah Indonesia, apa gunanya UU kalo gak ditegakkan? Banyak pengaduan, banyak cacian tapi sedikit gerakan. Miris dengan politik Indonesia.

Yg salah sering dipublikasikan, yg benar justru tidak diberitakan. Yg salah terus mempersalahkan tanpa mau disalahkan, yg benar diam tanpa kata dan tetap sabar.

Sampai kapan kita mau mengeluh? Untuk apa bermimpi tanpa mau menerima risiko? Sama aja kaya mimpi yang tangganya tidak pernah dibangun.

Kita sebagai WNI yang baik, tidak seharusnya kita hanya mengeluh dan berkata-kata. Tidak seharusnya pula kita mudah terhasut oleh mereka.

Rakyat perlu cerdas. Belajar 12 tahun gratis harus mampu menciptakan virus baik untuk saudara kita dan sadar akan janji-janji politik.

Satu kartu berdiri, kartu lainnya pasti ikut berdiri bila kita 'mau'. Hal kecil memang tidak dipandang, namun Allah selalu mendengar tanpa harus bersorak-sorak.

Semua memang lelah, namun lebih lelah perjuangan Indonesia sebelum 'yang katanya-merdeka-'. Sampai kapan mengeluh Pak Bu dan semua rakyat Indonesia?

Perlahan, Indonesia akan pecah jika semua semakin seperti ini. Sadarilah kita semua sama saja. Tidak ada kuasa & keagungan jabatan. Sadarilah, semua milik Tuhan

Sekian Pak Bu pemerintah dan semua warga Indonesia.
Maaf telah mengganggu bobo cantiknya.

Salam,

Anna Lhatifah
Jakarta

Sabtu, 24 Agustus 2013

Memilih Tempat Usaha

Menetapkan tempat usaha sangat penting sekali karena agar masyarakat kenal dengan usaha yang sedang kita jalani serta kita juga mendapatkan omzet lebih banyak dari rata-rata pencapaian omzet, khususnya pada tempat usaha yang stategis.
Tempat usaha yang strategis adalah tempat atau letak suatu usaha dalam melakukan aktivitas atau kegiatan pemasaran dan penjualan barang dagangannya yang dapat memberikan keuntungan besar karena masyarakat akan mengenal usaha kita.
-          Tempat usaha yang didinginkan oleh perusahaan 
1. Letaknya strategis
2. dekat dengan konsumen
3. Dekat dengan pasar
4. cukup tersedia alat-alat transportasi
5. social ekonomi konsumen cukup tinggi
-          Tempat usaha yang didinginkan oleh konsumen 
1. adanya fasilitas parker yang luas
2. adanya pelayanan yang cukup memuaskan
3. keamanan dan keselamatan cukup terjamin
4. adanya alat-alat transportasi yang cukup tersedia
5. adanya perdistribusian yang tepat dan cepat
Manfaat dan Tujuan
-          Tempat kegiatan usaha yang diatur dengan baik akan membawa keuntungan antara lain sebagai berikut:
1. Para konsumen yang datang akan merasa puas
2. perusahaan tersebut akan terkenal
3. perusahaan tersebut akan memperoleh keuntungan
4. perusahaan tersebut akan dapat mempertahankan langganan
5. perusahaan tersebut akan berani bersaing dengan perusahaan lain
6. perusahaan terseut akanmenarik langganan baru

-          Prosedur di dalam mengatur tempat kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
1. membuat tempat kegiatan usaha yang lebih baik
2. memberikan pengawasan yang lebih baik
3. membuat adanya penghematan di dalam biaya pemeliharaan
4. membuat adanya koordinasi yang lebih baik.
-          Cara mengatur tempat kegiatan usaha perusahaan adalah sebagai berikut:
1. tempat kegiatan usaha ditata sedemikian rupa sesuai dengan tujuan usaha
2. tempat kegiatan usaha tata ruangnya harus diatur sedemikian rupa
3. tempat kegiatan usaha selalu dijaga:
a. kebersihan
b. ketertiban
c. keamanan
d. kesehatan
4. gunakan tempat kegiatan usaha secara maksimal
5. bagian yang melayani konsumen ditempatkan di depan atau di muka
-          Manfaat memilih tempat usaha yang strategis:
  1. Sangat menguntungkan,
  2. Dapat memuaskan langganan
  3. Adanya kemudahan dalam segala hal
  4. Memudahkan pemasaran dan penjualan barang dagangannya
Jadi mengapa menetapkan tempat usaha yang strategis sangat penting sekali?
Karena tempat usaha adalah tempat dimana perusahaan atau suatu usaha melakukan kegiatan usaha dan tempat usaha ditetapkan agar mendukung lancarnya kegiatan pemsaran dan penjualan dari usaha itu.




The warmest,
@annaltf

Minggu, 11 Agustus 2013

Di Rumah Saja


Libur Ramadhan kali ini, saya dan keluarga hanya di rumah saja. Hal ini dikarenakan sekitar sebulan lalu tepatnya sebelum Ulangan Akhir Semester 4, kami sudah pulang kampung atau yang kerap disapa “mudik” ke kemapung halman kami di Kutoharjo, Jawa Tengah.
Memang suatu ketidak nyamanan pulang kampung jelang Ulangan, terbagi dua pikiran Eyang Putra dan pelajaran sekolah. Tapi ini adalah amanah dari Eyang Putra bahwa Bapak paruh baya itu menyuruh orangtua saya singgah di kampungnya sesegera mungkin dan membawa anak-anaknya. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka dari itu kami bergeralah ke kampung hingga tiket sudah dipesan usai beliau menelpon kami tepatnya sebulan lalu dari keberngkaatan kami.
Selama Ramadhan masih berjalan sebelum datangnya lebaran, sebagian besar putaran jarum jam saya, hanya saya gunakan untuk meeting antar OSIS se-Jakarta Timur untuk membicarakan kelanjutan Program Kerja kami. Jarang di rumah? Yap betul. Itu sudah menjadikan kebiasaan saya setiap harinya walau sedang beraktivitas normal. Sering kali, sepulang sekolah bila ada meeting, tetap saya hadiri dikarenakan amanah jabatan saya cukup tinggi disini. Alhamdulillah, memang saya sangat bersyukur dapat terpilih didalamnya. Tapi inilah resiko yang harus saya emban.
Sekarang lebaran hari kedua. Yap betul, saya benar-benar tidak kemana-mana. Hanya menerima beberapa sanak sudara yang memang tinggal di Jakarta. Bertambahlah penderitaan saya karna kue lebaran ludes habis di lebaran hari pertam, begitupun dengan ketupat sayur dan opor sayurnya. Miris melihat jajaran toples-toples kosong diatas meja.
Lapar? Yaiyalah. Bosan? Apalagi. Terus apa yang harus saya lakukan?
Tak lama setelah terlintasnya pikiran itu, saya bergegas ngubek-ngubek semua buku pelajaran di lemari. Saya cari semua THR sekolah satu persatu. Dan pada akhirnya saya mengutuskan untuk belajar saja sambil mengisi kekosongan hari libur saya. Hingga saya mendapati tugas dari Pak Karno ini.
Sempat bingung ingin menuliskan judul apa dan apa yang harus dituangkan pada lembar ini karna memang kisah liburan saya tidak begitu bahagia dan indah seperti teman-teman lain yang mungkin sekarang sedang ciuman dengan sapinya, becek-becekan di sawah atau membelanjakan uang lebarannya. Tidak bagi saya. Finally, saya mulai menuangkan judul saya dengan “Di Rumah Saja” karna memang saya ya di rumah saja. Iya kan? J

Selasa, 06 Agustus 2013

Manfaat Matematika Bagi Kehidupan Manusia


Manfaat matematika?
Dua puluh tahun lalu, NRC (National Research Council, 1989:1) dari Amerika Serikat telah menyatakan pentingnya Matematika dengan pernyataan berikut: “Mathematics is the key to opportunity.” Matematika adalah kunci ke arah peluang-peluang. Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para warganegara, matematika akan menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, matematika akan menyiapkan warganya untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi dan teknologi.
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama
Karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif dan aktif.
berdasarkan asal katanya maka matematika berarti ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir.
· James and James (1976). Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak dan terbagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri.
· Johnson dan Rising (1972). Matematika adalah pola fikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.
· Reys, dkk (1984). Matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola fikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.
· Ruseffendi E. T (1988:23). Matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil dimana dalil yang telah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.
· Kline (1973). Matematika itu bukan ilmu pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan ekonomi, sosial dan alam.
· Paling (1982) dalam Abdurrahman (1999:252). Mengemukakan ide manusia tentang matematika berbeda-beda, tergantung pada pengalaman dan pengetahuan masing-masing. Ada yang mengatakan bahwa matematika hanya perhitungan yang mencakup tambah, kurang, kali dan bagi; tetapi ada pula yang melibatkan topik-topik seperti aljabar, geometri dan trigonometri. Banyak pula yang beranggapan bahwa matematika mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan berpikir logis. Ilmu Matematika diantaranya meliputi aritmatika, geometri, aljabar dll. sehingga
kalau mau sok idealis tentu saja banyak manfaat Matematika untuk ilmu
pengetahuan lain dan juga untuk kehidupan, misalnya:
·         Kombinasi (Statistika) bisa digunakan untuk mengetahui banyaknya formasi tim
bola voli yang bisa dibentuk.
·         Aritmatika hampir digunakan setiap hari, yaitu untuk hitung-menghitung.
·         Geometri bisa digunakan para ahli sipil karena geometri salah satunya adalah
membahas tentang bangun dan keruangan.
·         Aljabar bisa digunakan untuk memecahkan masalah bagaimana memperoleh laba
sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin.
Mungkin dengan logika Matematika juga bisa membantu untuk berpikir logis, tapi
tentu saja bukan hanya Matematika saja yang bisa membantu dalam berpikir logis.

beberapa manfaat yang kamu dapet jika belajar matematika
1.       cara berpikir matematika itu sistematis, melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu. dengan belajar matematika, otak kita terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis. Sehingga bila diterapkan dalam kehidupan nyata, kita bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah
2.       cara berpikir matematika itu secara deduktif. Kesimpulan di tarik dari hal-hal yang bersifat umum. bukan dari hal-hal yang bersifat khusus. sehingga kita menjadi terhindar dengan cara berpikir menarik kesimpulan secara “kebetulan”. Misalnya kita tidak bisa menyatakan kalo “kita tidak boleh lewat jalan A pada hari sabtu, karena jalan tersebut meminta tumbal tiap hari sabtu” hanya karena ada beberapa orang yang kebetulan kecelakaan dan meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu. Kita seharusnya berpikit bahwa orang yang meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu bukan karena tumbal. tapi harus dianalisa lagi apakah karena orang tersebut tidak hati-hati, ataukah jalan yang sudaha agak rusak, atau sebab lain yang lebih rasional.
3.       belajar matematika melatih kita menjadi manusia yang lebih teliti, cermat, dan tidak ceroboh dalam bertindak. Bukankah begitu? coba saja. masih ingatkah teman-teman saat mengerjakan soal-soal matematika? kita harus memperhatikan benar-benar berapa angkanya, berapa digit nol dibelakang koma, bagaimana grafiknya, bagaimana dengan titik potongnya dan lain sebaganya. jika kita tidak cermat dalam memasukkan angka, melihat grafik atau melakukan perhitungan, tentunya bisa menyebabkan akibat yang fatal. jawaban soal yang kita peroleh menjadi salah dan kadang berbeda jauh  dengan jawaban yang sebenarnya.
4.        belajar matematika juga mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dalam menghadapi semua hal dalam hidup ini. saat kita mengerjakan soal dalam matematika yang penyelesaiannya sangat panjang dan rumit, tentu kita harus bersabar dan tidak cepat putus asa. jika ada lamgkah yang salah, coba untuk diteliti lagi dari awal. jangan-jangan ada angka yang salah, jangan-jangan ada perhitungan yang salah. namun, jika kemudian kita bisa mengerjakan soal tersebut, ingatkah bagaimana rasanya? rasa puas dan bangga.( tentunya jika dikerjakan sendiri, buakn hasil contekan,. he.he.he). begitulah hidup. kesabaran akan berbuah hasil yang teramat manis.
5.       yang tidak kalah pentingnya, sebenarnya banyak koq penerapan matematika dalam kehidupan nyata. tentunya dalam dunia ini, menghitung uang, laba dan rugi, masalah pemasaran barang, dalam teknik, bahkan hampir semua ilmu di dunia ini pasti menyentuh yang namanya matematika.

Logis
Logika seperti apa yang perlu kita asah? berpikir logis yang bagaimana yang di kehidupan kita? Logika sendiri berasal dari kata Yunani kuno logos yang artinya hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika juga sering disebut dengan logike episteme atau ilmu logika yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Dalam hidup, logika memiliki peran penting. Karena logika berkaitan dengan akal pikir. Banyak kegunaan logika antara lain:
1.   Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara    rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren
2.   Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan     objektif
3.   Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri
4.   Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
5.   Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan
6.   Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian


The sweetest,
@annaltf

Sabtu, 15 Juni 2013

Kumohon...


Aku minta maaf ya Allah, menjadi diriku yang 'sekarang'. Jujur aku ingin menjadi aku yang dulu, tapi aku juga bersyukur dengan aku yang sekarang. Ya Allah, ya Tuhanku, ampuni aku yang selalu mengeluh dan banyak kurang bersyukur atas segala nikmat dari skenarionMu ya Allah.

Bila aku tak lagi melihat indahnya langit biru, jernihnya gemericik air dan gemuruhnya suara Ibukota tercinta ini, aku ikhlas ya Allah. Hanya saja kumohon agar Engkau tetap menjaga kedua orangtuaku, semua keluargaku, keluarga keduaku yaitu OSIS sekolahku dan FOSJT, serta semua teman dan oranglain yang selama ini menyayangiku. Ampuni aku atas salahku kepada mereka ya Allah.

Bukakan pintu hati mereka agar mau memaafkan dan menerimaku kembali dengan ikhlas. Lindungi mereka ya Allah, aku ingin melihat kebahagiaan dari mata mereka dan senyum yang tampak dari bibir mereka. SubhanAllaaah. Terima kasih ya Allah.


Warmest,

Hambaku yang unyu ^^

Selasa, 28 Mei 2013

Galau to The Cong



Pagi menyapa dengan terik matahari dari rumahku yang berlubang. Aku teringat kata Mpok Surti bahwa ada tetangga baru. Perempuan, cantik, dan masih muda. Lalu kata Mpok Surti, usianya sama denganku. Ini kali pertama aku mendengar ada perempuan cantik dan sebaya denganku di Komplek Perkuburan Pocongers disini. Karena sudah jadi Trending Topic di Twitter kalau disini didominan dengan Pocong-Pocong Jelek.

Setelah luluran, aku langsung ke kuburannya Si Kunti itu. Ternyata, ia sedang asyik menyiram bunga-bunga disekitar kuburannya.
“Kenalin, Jamescong. Kembaran ketujuhnya James Bond.” kataku pede.
 “Namanya siapa, Nti?” tanyaku lagi.
“Bella, Cong. Panggil aja Belkun, hehe.” jawabnya malu.
Hari semakin gelap. Fajar mulai melihatkan rupanya. Sudah cukup banyak aku berbincang dengannya. Aku adalah Pocong yang takut akan suasana menjelang malam. Jadi kuputuskan untuk pamit pulang dengannya.
“Aku pulang dulu ya, Bel. Aku harus ngangkatin jemurannya Mpok Surti, ibu kost aku.” kataku ngeles.
“Oh iya iya, Cong. Hem, makasih ya buat perkenalannya. Hati-hati di jalan juga ya.” tanggapnya manis.
Aku tersenyum padanya. Meloncat-loncat sendiri bagai Pocong Ganteng yang Jomblo seumur hidup.
Bahkan, setahun lalu aku memperebutkan Piala Emas dalam Pocong Awards. Aku memenangkannya dengan predikat Pocong Ganteng Tapi Jomblo. Sedikit bangganya, tapi banyak malunya. Gantengnya sih udah terbukti dua kelinci. Kalau Jomblonya sih, untuk tahun ini sepertinya tidak. Aku yakin Belkun akan menjadi calon istri masa depanku nanti.
Loncatku semakin membara, aku menuju rumah Mpok Surti. Kuceritakan semua bahagia yang kualami dengannya. Segala sudut yang kubagi dengannya. Serta segala canda yang ia beri kepadaku. Ia begitu spesial dan termasuk spesies langka.
***
Pagi ini, aku telah janjian pada Belkun untuk mengajaknya kencan. Tak lupa, aku dandan dulu di kaca. Mengangkat kedua alisku dan senyum-senyum sendiri melihat ketampananku. Aku menuju kediaman Belkun.
Setibanya, aku terhenti dan kulihat Belkun dengan Pocong lain dari belakang pohon beringin. Aku pun geram, marah dan kesal. Aku mendekati mereka.
“Belkun..” kataku.
“He..iya, Cong. Em..kenalin ya. Ini...” jelas Belkun gugup dan dihentikan olehku.
“Udah, Bel. Aku tahu. Makasih ya kamu udah mau nyisain sedikit waktumu untukku. Aku pamit, Bel.” jawabku lirih.
Bela hanya memberiku senyum kecilnya. Kutahu, ia jauh merasakan kebahagiaan dengan Pocong itu.
“Jaga dia baik-baik ya, Bro.” kataku pada Pocong itu.
Aku tertunduk pasrah dan meninggalkan mereka. Kutengok mereka lagi dalam setengah langkahku. Mereka tersenyum ria, tertawa girang, dan ini cukup membuatku iri.
Aku menuju kuburan Mpok Surti dan kebetulan sekali ia sedang menyiram tanaman. Aku dan Mpok Surti seperti sebuah lemper abon. Aku bungkusnya, Mpok Surti lempernya.
Aku mendekati Mpok Surti. Ketika aku galau, aku selalu mengandalkan selang unruk menyiram tanamannya. Maka dari itu, tak asing bagi Mpok Surti untuk mengguyur perlahan aliran air selangnya dari kepalaku. Aliran air mataku jauh lebih deras dari selang Mpok Surti.
Tangisku tak terbendung. Sampai akhirnya Mpok Surti mengambil ember didekatnya dan menadangi air mataku yang terus mengalir. Aku pun mengikuti perintahnya. Mpok Surti satu-satunya orang yang terdekat denganku. Aku dan Mpok Surti memang seperti Nina dan Kelvin dalam sinetron remaja Putih Babu-Babu, dan sangat dekat.




Regards,


  Anna
@annaltf



Minggu, 05 Mei 2013

Upaya Pemberantasan KKN

Cara paling efektif dan efisien untuk menghapus KKN adalah dengan kesadaran masing-masing individu. Hanya saja sekiranya hal itu sulit diwujudkan dengan kondisi moral, mental, dan  kesadaran bangsa Indonesia yang relatif buruk. Maka dari itu, untuk memberantas KKN perlu diupayakan banyak hal dan perlu pula kerja sama dari setiap stake holder dengan perannya masing-masing. Di bawah ini adalah stake holder dengan peranannya masing-masing;
 

1. Pemerintah dan Perangkat Kenegaraan

  • Membuat dan menegakkan peraturan perundangan yang melarang korupsi, kolusi, dan nepotisme. 
  • Membuat maupun mendukung lembaga-lembaga pemberantasan KKN.
  • Mengadakan maupun mensponsori event-event yang mendukung pemberantasan KKN, misalnya penyuluhan, workshop, dan sebagainya.
  • Sebisa mungkin menjauhi praktik KKN sekalipun dalam porsi kecil.
  • Menumbuhkan jiwa anti-KKN dalam diri dan menularkan semangat itu baik pada sesama aparatur kenegaraan maupun pada orang lain .
2. Guru, Dosen, dan Keluarga, dan Lainnya
  • Mengajarkan pada generasi muda tentang seberapa negatif KKN. 
  • Memberi pendidikan yang mengarah pada kesadaran diri agar sebisa mungkin selalu jujur dan adil di setiap tindakan.
  • Sebisa mungkin menjauhi praktik KKN sekalipun dalam porsi kecil.
  • Menumbuhkan jiwa anti-KKN dalam diri dan menularkan semangat itu baik pada sesama guru maupun pada lainnya.
3.      Siswa dan Mahasiswa
  • Mempelajari KKN dan seluk-beluknya untuk mengetahui seberapa negatif KKN itu. 
  • Sebisa mungkin menjauhi praktik KKN sekalipun dalam porsi kecil.
  • Membiasakan diri jujur dalam setiap tindakan.
  • Mempersiapkan masa depan Indonesia bersih dari KKN dimulai dari penerapan gerakan anti-KKN pada diri sendiri dan dilanjutkan dengan mengalirkan semangat anti-KKN pada orang di sekitar terutama teman, sesama generasi muda.
4.      Pegawai pemerintah
  • Sebisa mungkin menjauhi praktik KKN sekalipun dalam porsi kecil. 
  • Menumbuhkan jiwa anti-KKN dalam diri dan menularkan semangat itu pada masyarakat.
  • Mengadakan maupun mensponsori kegiatan-kegiatan yang mendukung anti-KKN seperti penyuluhan, workshop, dan sebagainya di tingkat masing-masing (desa, kecamatan, kabupaten, dan lain-lain).
5.      Aktivis
  • Mengadakan maupun menseponsori event-event yang mendukung anti-KKN, misalnya penyuluhan, workshop, dan sebagainya. 
  • Sebisa mungkin menjauhi praktik KKN sekalipun dalam porsi kecil.
  • Menumbuhkan jiwa anti-KKN dalam diri dan menularkan semangat itu pada orang lain.
        Cara-cara yang telah disebutkan di atas dapat benar-benar menghapuskan KKN jika seluruh pihak dapat bekerja sama dengan baik dan pihak-pihak tersebut sudah memiliki kesadaran akan kenegatifan KKN sejak awal. 
        Fakta menunjukkan bahwa budaya dan stigma akan KKN terlanjur mengakar kuat. Sedang semangat anti-KKN sulit sekali bahkan hampir tidak mungkin dimunculkan karena para generasi tua yang berpemikiran semi-tradisional bahkan tradisional. Mereka ingin mempertahankan nilai-nilai yang sudah ada dan sangat sulit bahkan tidak mau menerima hal baru. Sekalipun hal-hal yang mereka pertahankan itu belum tentu benarnya seperti stigma akan KKN.
         Cara lain untuk memberantas KKN adalah melalui jalur hukum. Yaitu dengan membuat dan mempertegas peraturan perundangan tentang pelarangan KKN. Serta mempraktikkan pemberian sanksi pada mereka yang melanggar sesuai peraturan tersebut seadil-adilnya. Hanya saja faktanya petugas peradilan dan perangkatnya pun sudah terjerat KKN dan sulit untuk melepaskan diri. Hanya ada beberapa di antara mereka yang masih jujur-bersih. Mereka yang dalam jumlah kecil itu pun kemungkinan besar sudah tidak memiliki kedudukan aman dalam badan peradilan atau minimal kuasa hukumnya lemah karena ulah oknum lain (oknum curang).
Dalam mempertahankan kedudukannya sendiri saat itu saja mereka sudah kesulitan. Apalagi kalau harus gembor-gembor membela pemberantasan KKN. Jika mereka melakukan tindakan penghapusan KKN, mereka akan mendapat perlawanan keras dari pelaku KKN. Perlawanan itu terkadang bahkan sampai pada perlawanan fisik seperti penculikan, pembunuhan, dan sebagainya. Jadi, intinya petugas peradilan tidak dapat diandalkan sepenuhnya untuk pemberantasan KKN.
         Pemberantasan KKN melalui aparat daerah tingkat desa, kecamatan, dan tingkatan-tingkatan lainnya pun tidak kalah sulit. Sebab belum tentu aparat daerah tersebut terbebas dari KKN. Jika aparatnya masih terjerat KKN bagaimana bisa mereka mengentas masyarakat di daerahnya dari KKN.
         Banyak sekali kendala untuk mengubah generasi tua. Tidak sampai 25% kemungkinan keberhasilan memperbaharui generasi tua. Maka dari itu, ya sudah biar saja generasi tua begitu. Setelah semua pilihan seakan tidak mungkin, tinggal satu pilihan tersisa. Yaitu memperbaharui generasi muda agar nantinya dapat membawa Indonesia yang baru yang bersih dari KKN. Permbaharuan tersebut adalah melalui revolusi pendidikan. Yaitu perubahan mekanisme pendidikan untuk menghasilkan siswa bermoral dan bermental baik dengan jiwa anti-KKN. Untuk membuat hal tersebut terwujud, diperlukan pula banyak tenaga pengajar yang profesional, dapat diandalkan, dan merupakan suri tauladan yang baik. Ironinya, tidak semua guru memenuhi persyaratan tersebut. Sebagian besar dari mereka hanya mengajarkan pada siswanya mengenai ilmu pengetahuan tanpa mengajarkan moral dan mental yang baik. Untuk meningkatkan produktifitas tenaga pengajar agar memenuhi syarat, maka dapat diadakan workshop, pelatihan kerja, dan sebagainya. Dan untuk melakukan itu diperlukan banyak dana, berhubung jumlah guru di Indonesia tidaklah sedikit. Itu pun belum tentu menghasilkan tenaga pengajar sesuai standar untuk pelaksanaan revolusi pendidikan.
         Dari semua pilihan yang mungkin ditempuh, presentasi keberhasilan paling besar adalah melakukan revolusi pendidikan. Itu pun presentasenya tidak sampai 50%. Namun, sekalipun seakan hampir tidak mungkin untuk menghapus KKN, bangsa Indonesia harus tetap optimis dalam memberantas KKN. Sekalipun tidak dapat menggunakan cara efektif dan efisien, setidaknya masih bisa merangkak sedikit demi sedikit menuju negara bebas KKN. Yaitu dengan memulai dari diri sendiri. Caranya;

  1. Perbaiki moral dan mental diri.
  2.  Tumbuhkan semangat anti-KKN dalam diri.
  3. Praktikkan anti-KKN dalam setiap perbuatan.
  4. Pengaruhi orang lain agar semangat anti-KKN tumbuh dalam kepribadiannya.
  5. Buat atau ikuti komunitas anti-KKN untuk mengumpulkan maupun berkumpul dengan orang-orang yang memiliki ideologi serupa.
  6. Bersama, adakan kegiatan seperti penyuluhan, workshop, pembelajaran, atau lainnya sebagai upaya mengurangi KKN di Indonesia. 
  7. Teruslah aktif dalam mengurangi KKN.

May 6th, 2013

Guys, I'm at my school at now. Langsung aja nih.
Pagi ini, aku upacara bendera. Aku mencoba memahami amanah dari pembina upacara yang selalu sangat bermanfaat.
Beliau berpesan:
1. Sertifikasi ISO disini harus dipertahankan dengan:
   a. Kegiatan Belajar Mengajar harus on time, tanpa ada ulur-ulur waktu. Jadi dibiasakan kalo udah el harus udah panggil guru.
    b. Lalu kebersihan disini juga harus tetap dilestarikan.
2. Diadakannya digital library. Jadi seluruh siswa bebas mengakses pelajaran dari guru-guru yang sudah terancang selama setahun berupa materi pelajarannya, biapun guru sedang gak masuk tapi tetep bisa akses pelajaran di digital library.

Mantep ya point yang kedua? Semoga mampu terlaksana dan mencapai respon yang baik. Amin. Udah dulu ya. Tetap tenang meski dalam tekanan. Oke, semangaaat! ^^

Sabtu, 30 Maret 2013

Surat UntukNYA


Perlahan, aku mulai merajut cinta ini dengannya. Yang sebelumnya harus terpagari oleh hubunganku dengan oranglain, dan dia dengan mantan kekasihnya. Enatah yang kurasa ini sama dengan yang ia rasa atau tidak. Pada waktu itu, aku justru menyanginya disbanding dengan kekasihku pada saat itu. Tapi aku selalu berharap bahwa cinta ini tidak akan pernah jadi boomerang nantinya. Bahwa cinta ini akan indah pada waktuNya. Bahwa cinta ini akan menjadi pelajaran dna pengalaman dalam skenario hidupku.
Ya Allah, mungkin aku buta. Tak pantas di dunia. Tidak pernah bersyukur atas cinta yang sudah Kau beri untukku. Segalanya sifat yang tak pernah ingin kumiliki. Jujur, aku mencintainya dari kami dipertemukan. Tapi aku tak ingin citaku terlalu bebas untuknya karna disisi lain aku telah melukai rasa cinta orang yang mencintaiku.
Katanya, hidup ini lebih baik dicintai daripada mencintsi. Itu sulit bagiku Tuhan, karna caranya sangat biasa untuk dapat meyakinkan perasaanku. Ataukah ini semua karna aku tak bersyukur ya, Tuhan? Mengapa aku seperti ini> mana aku yang dulu? Kemana jiwaku selama ini? Aku ingin menjadi diriku kembali Tuhan. Melepas topeng ini dan membuangnya jauh.
            Aku tak sanggup dengan aku yang ‘bukan diriku’ ini. Aku lelah harus munafik diantara dua pria itu. Aku ingin terus kejar citaku yang selalu kuanturkan dalam setiap doaku Tuhan. Ya. Membahagiakan kedua orangtua, adik-adikku, dan keluarga. Aku ingin menjadi bintang yang ‘dulu’, tanpa harus ada topeng yang menutupi sedikitnya sinarku. Aku ingin kembali Tuhan. Kembali menjadi diriku dan tetap focus pada tujuanku itu.
            Bangunkan aku Tuhan dari mimpi-mimpi burukku ini. Sadarkan aku Ya Allah dalam jurang yang perlahan membuatku lemah dalam mengejar citaku. Yang perlahan membuatku hanya berjalan dalam menggapainya. Bantu aku memulai, menjalani, menikmati dan mengakhirinya nanti Tuhan. Kutunggu hidayahMu ya Allah ya Rabb. Aku menyayangimu, ya Tuhanku. J

                                                                                                                        Best Regards,

                                                                                                                        Hambamu
                                                                                                                    (Jakarta, 30/3/13)

Sabtu, 09 Maret 2013

Sementara Waktu


Suasana lapangan masih sangat ramai dengan teriakan siswa siswi kelas lain di sekolahku. Mereka menyemangati para pemain basket jagoan mereka di acara tahunan classmeeting. Kelasku hanya mendapat kekalahan sebelum semifinal pertandingan basket pada hari ini.
Alasanku masih setia menyaksikan pertandingan ini karena ajakan keras dari teman-temanku. Mereka adalah Anggi, Shella, Shilla, Grace, dan Chintya. Sejak setahun lalu, ketika duduk di kelas 1 SMA, kami tak pernah absen dengan curahan hati masing-masing. Sampai mereka pun tahu, bahwa sampai hari ini, aku masih menyukai pria berhidung mancung, berparas manis, dan warna sawo matang menutupi kulitnya; panggil saja Kak Febri.
Hari ini, Kak Febri datang ke sekolah hanya untuk legalisir ijazah kelulusan. Aku mendengar berita ini dari si kembar Shella dan Shilla. Mereka melihatnya ketika hendak jajan di kantin.
Rasa penasaran sekaligus rindu akan sosoknya, menyelimuti bayang-bayang jatuh cinta dalam benakku. Tiba-tiba Anggi berteriak saat kami tengah asyik menyaksikan pertandingan basket sembari duduk-duduk di selasar kelas.
“Kak Febri!!!” teriak keras Anggi.
Kak Febri yang sedang berjalan menuju lorong ruang Kepala Sekolah pun, menoleh ramah ke arah kami dengan mengangkat kedua alisnya.
“Anggiii! Apa banget sih?” sewot Chintya.
“Tau nih, Anggi.” susul Grace.
“Bella.. Bella..” “Itu Kak Febri. Lo liat, kan?” tanya Anggi sambil menggoyangkan pundakku.
“Hah? Apa? Ma..mana, Nggi? Serius nggak sih? Manaaa?” tanyaku linglungdan menengok-nengok mencari Kak Febri.
“Ituuu!” kata Anggi dengan menolehkan paksa kepalaku ke arah Kak Febri.
Aku pun kikuk. Bingung entah harus berbuat apa. Terdiam kaku dalam benak yang penuh kata cinta. Aku hanya dapat menelan ludah dan tersenyum kaku ketika matany melihat jelas ke arah bola mataku.
Aku pun melambaikan tanganku yang masih gemetar dengan pedenya. Kak Febri tersenyum balik dan membalas lambaianku. Kemudian, ia membalikkan badannya yang terbilang ideal dan kembali berjalan ke ruang Kepala Sekolah.
Memoram pertama dan akan jadi yang kali terakhir ketika kumengenalnya. Sebelum Ujian Nasional menghadang dirinya, aku hanya dapat menyapa Kak Febri lewat chatting facebook dan mention di twitter.
Selalu saja perasaan gugup menghalangi keberanianku untuk dapat menyapanya langsung di sekolah. Ternyata Tuhan menjawabnya saat ini. Aku patut berterimakasih kepada Tuhan yang telah mengizinkanku agar kudapat melihat langsung bola matanya yang begitu indah. Terimakasih, Tuhan.


"Cinta itu berpasangan, aku dan kamu, manis dan pahit, hitam dan putih, indah dan suram, serta maya dan nyata."